Jumat, 22 Mei 2020

Keindahan Danau Kelimutu

Banyak Roh Berkumpul di Danau Kelimutu | Paling Seru

  Pokerhulk.org- Salah satu keajaiban alam Indonesia adalah Danau Kelimutu di NTT. Inilah danau tiga warna yang penuh cerita.

  Danau Kelimutu adalah salah satu destinasi wisata utama yang jadi andalan di Nusa Tenggara Timur. Tempat ini juga dikenal dengan nama Danau Tiga Warna, karena di puncak terdapat 3 kawah danau yang memiliki 3 warna berbeda. Ajaibnya, warna di danau Kelimutu terus berubah seiring berjalannya waktu.

  Taman Nasional Danau Kelimutu bisa diakses hanya 1,5 jam dari Bandara Hasan Aroeboesman di Ende.

  Perjalanan kami untuk menikmati keindahan danau Kelimutu dimulai pukul 4 pagi, supaya bisa menikmati sunset dari puncak. Gelap dan sangat dingin, disarankan kalian pakai baju yang bisa menghangatkan serta membawa alat penerang.

  Trekking ke puncak butuh waktu 20-30 menit. Tapi perjuangan melelahkan terbayar ketika menyaksikan 3 kawah gunung dengan warna danau berbeda-beda diterangi cahaya mentari pagi.

  Masing-masing dari danau ini memiliki nama, yaitu Tiwu Ata Mbupu, Tiwu Ata Polo, dan Tiwu Nuwa Muri Ko'o Fai.

  Masyarakat percaya bahwa arwah seseorang yang sudah meninggal akan datang dan tinggal di Kelimutu untuk selamanya. Sebelum masuk ke salah satu danau, arwah terlebih dahulu menghadap ke Konde Ratu, penjaga pintu masuk Perekonde. Arwah tersebut menempati danau sesuai dengan usia dan amal perbuatannya selama masih hidup.

  Warna danau Kelimutu terus mengalami perubahan yang tak bisa diprediksi. Sudah banyak ahli dari dalam dan luar negeri yang datang untuk menyelidiki namun masih belum bisa menemukan jawaban yang pasti.

  Apapun penyebabnya, danau Kelimutu tetap menjadi salah satu kekayaan alam yang tetap harus dijaga kelestariannya, alangkah baiknya kita tetap menghormati tempat ini dengan tidak merusak atau mengotorinya.
Keindahan Danau Tiga Warna Di Puncak Gunung Kelimutu – Katalog ...

Rabu, 20 Mei 2020

Liburan ke Derawan, Tak Terlupakan!

Pulau Maratua Pulau Maratua - Dolan Dolen

  PokerHulk - Derawan jadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat ke Kalimantan Timur. Beragam objek wisatanya, beragam pula pengalaman yang didapat. Seru!

  Perjalanan yang panjang menuju Derawan dimulai di hari Kamis sore. Saat kami tiba di bandara Balikpapan, Kalimantan Timur sebagai kota transit sebelum menuju ke kota Berau di keesokan harinya.

  Hari masih terhitung pagi ketika pesawat Fokker berbaling-baling yang membawa kami tiba di Bandara Kalimarau Berau. Langsung bergegas foto bersama lalu melanjutkan perjalanan darat selama 2,5 jam ke dermaga Tanjung Batu untuk penyeberangan 30 menit ke pulau Derawan. Dalam perjalanan, kami juga sempat singgah sebentar untuk makan siang.

  Gelombang tinggi dan kencang membawa saya dan rombongan menuju Pulau Derawan dengan  berdesakan dalam kapal berkapasitas 20 orang. Ini adalah kali ketiga saya berkunjung ke Derawan walaupun dengan rombongan berbeda, namun kali ini suasana tegang bertempur melawan ombak besar lebih saya rasakan dan membuat saya dan rombongan saling bertatapan penuh makna karena rasa was-was. Syukurlah, di 30 menit berikutnya kapal pun sandar di jetty dan kami bergegas turun dengan antusias.

  Di pulau, setelah check in dan berganti baju kami segera hunting di pulau berluas 44,6 Ha tersebut. Ada penyewaan sepeda, aneka toko souvenir dan kerajinan khas, rumah makan, bahkan Bank Pembantu kecil dan juga penjual batu akik!

  Tak ada pekak suara mesin kendaraan. Karena sama halnya seperti di Gili Trawangan, Lombok, kendaraan bermotor tidak diperkenankan sehingga kampung terlihat lengang. Ini membuat udara tetap terjaga dari polusi dan hmm.. sangat asri dan sejuk. Kesegaran pagi hari pun sempat kami hirup dalam- dalam ketika kami menyempatkan diri bersepeda mengelilingi pulau di hari kedua kedatangan sebelum berangkat trip full day ke 3 pulau, Maratua, Kakaban dan Sangalaki.

  Ke Pulau Maratua sebagai tujuan pertama, kami menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam dikarenakan gelombang yang sedang tinggi sehingga agak memperlambat laju kapal mesin yang kami tumpangi. Normalnya, perjalanan ke Maratua biasanya hanya ditempuh sekitar 1 jam saja. Gelombang bulan Agustus kali itu memang sedang ganas-ganasnya.

  Perasaan cemas dan deg-degan kembali dirasakan pada sebagian besar peserta. Kapal bergoyang kesana kemari ditambah semburan ombak yang menerpa masuk ke kapal dan membuat tempias basah pada baju penumbang yang duduk paling ujung muara kapal.

9 Objek Wisata di Kepulauan Derawan Terbaik! - Tokopedia Blog

  Benar-benar memacu adrenalin dan memberi kesan yang berbeda walaupun akhirnya perasaan tersebut perlahan-lahan mulai mencair. Karena disertai candaan rekan-rekan yang berceloteh jenaka hingga akhirnya kapal sandar di dermaga di Maratua.

  Kecantikan pemandangan pantai di Maratua Resort menghenyakkan dan membuat terpana beberapa peserta yang baru pertama kali berkunjung ke kepulauan Derawan. Beberapa peserta yang merasakan mabuk laut segera sirna rasa pusing dan mual karena menyaksikan pemandangan eksotik Maldives a la Indonesia!

  Di sini kami menikmati waktu makan siang dengan menu laut yang disajikan di dalam wadah kemas. Setelah sebelumnya kami berhasil tertatih tatih menelusuri Gua Ikan di Kakaban. Berfoto dengan pemandangan pantai pesisir yang luas dan berwarna hijau segar.  

  Lalu setelah selesai menghabiskan tak tersisa jatah makan siang, kembali melanjutkan perjalanan ke sisi sebelah Kakaban menuju danau Kakaban yang berisi ubur-ubur tak menyengat yang hidup di dalam lagon. Ubur-ubur itu konon menjadi kehilangan kemampuannya untuk self defense dikarenakan hidup dalam lagon yang aman terlindungi dari predator pemangsa mereka.

  Perjalanan mendaki untuk menuju danau tak terasa melelahkan karena dalam perjalanan menapak tangga tangga yang licin, sepanjang jalan disungguhi pemandangan asri dan sejuk. Ditambah panorama arah bawah danau yang fantastis, langkah terasa sangat ingin segera tiba di bawah danau dan melarutkan tubuh dalam beningnya air yang terlihat segar. Dan walaupun danau tersebut menjadi tidak sebening 2 tahun lalu ketika kunjungan saya pertama kali kesini, tetap saja magnet Kakaban telah menarik minat banyak pengunjung di hari itu.

  Setelah puas di danau berpenghuni jelly bening bertekstur lembut kenyal itu, kembali  kami naik ke kapal untuk menuju sedikit ke arah laut Kakaban. Spot dengan palung laut berisi ribuan habitat ikan indah warna warni inilah puncak kebahagian bagi pecinta Snorkeling di belahan bumi manapun. Surga bawah laut yang sangat indah di persembahkan seluas mata memandang dalam bawah air. Beragam hayati laut mempesona nan eksotik seolah dihadirkan lengkap kesemuanya di sini.  

Ikan Pari Manta Pulau Derawan Ikan Pari Manta Pulau Derawan - Dolan Dolen.

  Sungguh kuasa Allah yang Maha Besar dan Agung. Peserta yang ikut terjun snorkeling berdecak kagum tak henti-henti dan tak kuasa menahan haru menyaksikan langsung keindahan laut yang terhampar nyata dihadapan mereka. Alangkah kecil rasanya kita di hadapanNya, di bawah lebar samudra luas dan hamparan kekayaan alam bawah laut karya Sang Maha Kuasa.

  Menurut pemandu wisata yang menemani kami di perjalanan, sungguh beruntung jika kami seandainya bisa melihat populasi ikan pari Manta di perairan Sangalaki. Karena tak jarang banyak pengunjung yang ke sana namun tak menjumpai habitat ikan berwujud seperti burung raksasa tersebut.

  Baru saja pemandu selesai berkata demikian, salah seorang peserta menunjuk ke arah di mana beberapa ikan Pari berseliweran seperti sirip hiu. Warnanya hitam dan besar. Wah, kami beruntung sekali ternyata. langsung saja sebagian peserta berebutan berlompatan terjun lagi ke laut dengan pelampung dan perlengkapan snorkeling mereka, berusaha mengejar ikan Pari Manta fenomenal.

  Pemandu berteriak-teriak mengingatkan peserta untuk tidak terlalu dekat karena konon kebatan sayap mereka cukup keras sehingga membahayakan. Arus gelombang sangat deras dan kencang sehingga mereka tak menghabiskan waktu berlama-lama berenang mengejar dan mengabadikan ikan Pari.  Apalagi, sehari sebelum kedatangan kami dikabarkan 4 orang turis asal Italia telah hilang di perairan Sangalaki ketika sedang Diving dan belum juga ditemukan dimana keberadaan mereka.

  "Takuutt ... ayo pulang!" jerit salah satu peserta.

  Dan akhirnya kapal segera beralih ke Pulau Sangalaki untuk menyaksikan Tukik atau anak Penyu yang siap di larung menuju laut lepas sebagai akhir dari perjalanan seharian penuh di hari itu.

  Di Pulau Derawan di tempat dimana kami menginap, banyak kegiatan air yang bisa kita ikuti sebagai tambahan wisata. Diving dan Snorkeling di laut dangkal, Banana Boat, atau bahkan hanya bermain-main sambil menikmati sejuknya hembusan hawa pantai.

  Setelah puas beraktivitas, lumayan banyak opsi tempat makan yang bisa dipilih. Selain di penginapan, di kampung penduduk pulau yang terletak tak jauh dari penginapan kami, juga banyak tersedia warung makan berisi makanan-makanan khas laut yang menggugah selera.

  Letak penginapan kebanyakan berada di atas air dan sebagian berada di dekat perkampungan pulau. Santer sebagai pulau eksotis, Derawan kini semakin ramai dikunjungi wisatawan seluruh Indonesia dan bahkan manca negara.
Sunset Pulau Derawan Sunset Pulau Derawan - Dolan Dolen

Pantai Sumur Tiga di Sabang, Bikin Nggak Mau Pulang!

PANTAI SUMUR TIGA, KEINDAHAN TERSEMBUNYI DI PULAU WEH - Reygina ...

  PokerHulk - Pantai Sumur Tiga merupakan salah satu pantai cantik di Sabang, Aceh. Pantai yang pasir pantainya putih dan airnya biru jernih, membuat kita nggak mau pulang dari sana.

  Sabang di Pulau Weh merupakan salah satu destinasi andalan Dinas Pariwisata Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Dengan Slogannya Visit Aceh, dinas pariwisata Aceh terus mempromosikan keindahan alam Aceh. Memang berlibur ke Sabang sangat erat dengan destinasi wisata baharinya.

  Di setiap sudut garis pantainya memiliki potensi wisata yang layak untuk didatangi. Selain itu keindahan bawah lautnya juga sangat menarik bagi pecinta olah raga menyelam, karena sabang memiliki beberapa titik menyelam yang disebut-sebut terbaik di dunia.

  Jika berlibur ke Sabang, maka jangan sampai melewatkan untuk berkunjung ke Pantai Sumur Tiga. Pantai ini menawarkan keindahan bahari dengan alam yang masih alami. Pantai jernih dengan warna gradasi laut biru kehijauan membuat siapa saja takjub dengan keindahan pantai ini.

Page 2: Pantai yang Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga - MerahPutih

  Selain itu  pantai ini juga memiliki pasir putih berkilau yang lembut. Menggoda untuk berjalan di sepanjang pantai tanpa menggunakan alas kaki. Pantai ini memang tiada duanya. Deburan ombak dan semilir angin dari pohon kelapa di sekitar pantai ini meneduhkan dari sengatan matahari.

  Banyak yang menyebut Pantai Sumur Tiga adalah 'Hawaii-nya' Aceh. Jika biasanya ke pantai ingin meliat matahari terbenam, maka cobalah ke pantai ini untuk melihat matahari terbit. Karena pantai yang memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 2 km ini, langsung menghadap ke timur. Inilah sensasi tersendiri dari Pantai Sumur Tiga.

  Pemandangan laut lepas dari pantai serta suasana yang tenang dan nyaman membuat serasa berada di pantai pribadi. Berjemur dan berenang menjadi aktifitas menyenangkan di sini. Tak jarang juga dijumpai wisatawan snorkling di tempat ini.

  Keunikan lain dari pantai ini adalah terdapat tiga buah sumur dekat pantai. Dari sinilah asal usul nama pantai ini. Sumur yang berusia puluhan tahun dan bersejarah ini menurut warga sekitar memiliki sumber air dengan rasa tawar.

  Untuk traveler yang ingin mengunjungi tempat ini, tidak perlu khawatir. Karena untuk menuju lokasi pantai ini tidaklah sulit. Dengan menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan, cukup membutuhkan waktu 10 menit dari kota sabang dan 20 menit jika dari Pelabuhan balohan.

  Dan tidak perlu khawatir tersesat atau salah jalan, karena banyak terdapat rambu penunjuk jalan menuju lokasi pantai ini. Selain itu juga banyak penginapan berjajar di daerah pantai ini. Dengan berbagai macam harga yang ditawarkan. Namun jika traveller punya dana lebih, menginaplah di salah satu penginapan yang lokasinya tepat di pinggir pantai ini.


1. Dikarenakan panasnya sengatan matahari di pantai ini, alangkah baiknya menggunakan tabir surya
2. Di pagi hari ombak di pantai ini sangat besar, oleh karena itu sedikit waspada. Snorkling, berenang atau bermain air sangat tepat dilakukan pada sore hari karena ombak relatif lebih tenang
3. Menggunakan busana yang sopan dan sederhana, karena di Aceh memegang teguh syariat Islam

pantai sumut tiga

Senin, 18 Mei 2020

Mendaki Puncak Jayawijaya Sebagai Satu – Satunya Gunung Salju Beriklim Tropis

Puncak Jaya - Gunung Indonesia

  PokerHulk - Puncak Jayawijaya merupakan gunung dengan ketinggian hingga mencapai 4.884 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terletak pada titik koordinat S 04°04.733 dan E 137°09.572. Gunung merupakan gunung kapur terbesar di Indonesia. Gunung yang menjulang tinggi memecah langit dan menembus awan ini merupakan titik tertinggi yang ada di Papua atau bahkan di Oseania dan Benua Australia. Puncak Jayawijaya adalah titik tertinggi yang meliputi Andes dan Himalaya, serta disebut – sebut sebagai puncak tertinggi dari berbagai pulau di belahan dunia.

  Secara administratif Puncak Jayawijaya barada di Range Sudirman atau Dugunduguo, tepatnya di provinsi Papua Barat. Puncak Jayawijaya merupakan puncak tertinggi dari seluruh bagian wilayah Indonesia. Gunung ini masuk dalam deretan pegunungan Jayawijaya yang membentang sangat luas, bahkan menyatukan dua negara. Pegunungan ini memanjang dari provinsi Papua Barat wilayah Indonesia hingga Papua Nugini di Pulau Irian. Namun diantara pegunungan yang luas ini, gunung tertinggi ada di wilayah provinsi Papua Barat, Indonesia. Sehingga secara administratif Indonesia masih sangat beruntung, karena di puncak itulah yang menjadi incaran para pendaki kelas dunia.

  Indonesia sendiri merupakan negara yang beriklim tropis. Seperti yang sudah Anda ketahui, negara ini membentang di atas garis Khatulistiwa, maka tidak mungkin jika ada salju di tanah ini. Namun hukum tersebut tidak berlaku untuk Puncak Jayawijaya. Karena dinginnya salju selalu menyelimuti Puncak Jayawijaya. Sungguh aneh, namun inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Puncak Jayawijaya. Gunung ini merupakan satu – satunya gunung yang diselimuti salju di wilayah Indonesia. Meskipun tidak semua puncak di pegunungan Jayawijaya ini bersalju.

pendakian gunung jayawijaya penemuan jati diri dalam mendaki gunung

  Gunung ini juga termasuk dalam tipe Alpine Glaciation jika dilihat dari tipe gletsernya. Sedangkan di tempat yang lebih rendah dari puncak tertinggi, dapat dikategorikan kedalam tipe Valley Glacier. Valley Glacier merupakan gletser yang mencair sehingga turun dan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Dapat dipastikan, di wilayah pegunungan ini juga terdapat sungai es. Fenomena ini tidak akan bisa anda temui di belahan bumi manapun. Sangat unik dan mengagumkan. Puncak Jayawijaya masuk dalam “Seven Summit” yaitu tujuh puncak benua dan biasa dikenal sebagai Piramida Carstenz.

  Berada di Puncak Jayawijaya merupakan impian pendaki sejati yang ingin menyaksikan indahnya sebuah sisi lain dari bumi ini. Apabila Anda melihatnya dari udara, gunung ini bagaikan brownies yang di siram dengan susu kental manis rasa vanilla. Bahkan, ketika sinar matahari menerpa, pemandangan di gunung ini juga tak kalah menariknya. Cahaya matahari dipantulkan oleh putinya salju, membuat kilauan – kilauan nyata yang mengagumkan.

  Puncak Jayawijaya atau lebih dikenal dunia dengan nama Piramida Carstenz memiliki suhu hingga 0 derajat celcius, bahkan bisa minus pada kondisi – kondisi tertentu. Di Puncak Jayawijaya oksigen sangat sulit didapatkan. Dengan medan yang terjal dan berbahaya sehingga dapat dikatakan sebagai tujuan trakking yang sangat menantang. Namun, itu semua akan terbayarkan dengan pemandangan alam yang disuguhkan oleh gunung tersebut. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para trakker jika bisa sampai di Piramid Carstenz. Sebuah warisan alam yang unik dan menantang.

  Ketika berada disana, Anda akan banyak menemui Suku Dani. Suku ini merupakan penduduk setempat yang tergolong primitif. Di dalam keseharian mereka masih hidup dengan adat, budaya bahkan kebiasaan seperti manusia di zaman batu. Cukup aneh, itu yang akan Anda katakana jika berkunjung kesana karena di zaman yang modern bahkan teknologi sudah sangat canggih, masih ada saja suku yang seperti ini. Namun disinilah titik keunikannya. Selain dapat trakking ke Puncak Jayawijaya yang sungguh mempesona, Anda akan memperoleh pengalaman baru, yaitu bertemu langsung dengan warga Suku Dani yang kaya akan kebudayaan. Di tengah – tengah mereka, Anda akan merasakan sensasi menjadi manusia di zaman batu. Pengalaman yang paling mengesankan bagi Anda jika dapat bertemu langsung dan bertegur sapa dengan mereka.

10 Foto Puncak Jaya Papua, Jalan Menuju Gunung + Suhu di ...

  Puncak Jayawijaya memang berada di negara Indonesia, namun trakker yang datang lebih banyak dari luar negeri. Mereka tertarik untuk menaklukan salah satu gunung tertinggi yang masuk ke dalam 7 puncak tertinggi di dunia dengan segala keunikannya. Bahkan tercatat lebih dari 300 trakker asal luar negeri sengaja datang untuk mengunjungi Puncak Jayawijaya, akan tetapi kebalikan dari itu jumlah trakker lokal hanya puluhan saja. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan perijinan mendaki gunung ini sangatlah rumit.

  Perlu Anda ketahui, 5% dari cadangan es di dunia ada di Puncak Jayawijaya. Namun, karena pemanasan global yang semakin meningkat, sebagian es di gunung ini kian mencair tiap tahunnya. Sangat disayangkan, karena wisata alam yang tergolong unik bahkan menakjubkan ini harus menanggung akibatnya. Sebelum es di Puncak Jayawijaya mencair sepenuhnya, jangan sia – siakan waktu Anda untuk berkunjung dan menikmati pesona alam yang unik dari Puncak jaya Wijaya di Papua.

  Puncak Jayawijaya ditemukan pertama kali oleh pria bernama Jan Carstensz pada tahun 1623. Ia adalah seorang petualang dari negeri Belanda. Karena penemuan itulah, Puncak Jayawijaya lebih dikenal dengan nama Carstensz Pyramid oleh dunia. Pengambilan nama tersebut awalnya berasal dari nama “Carstensz” sendiri untuk menghargai jasanya dan Pyramide berarti puncak. Sedangkan nama Puncak Jayawijaya, merupakan nama yang diberikan oleh Ir. Soekarno setelah berhasil membebaskan wilayah Papua barat dari jajahan Belanda.

  walnya tidak ada yang percaya dengan temuan  Jan Carstensz. Sebuah gunung yang di selimuti oleh es di daerah yang tropis. Memang jika dipikir kurang masuk akal. Namun setelah 3 abad dari penemuan ini, warga dunia barulah percaya jika gunung tersebut benar – benar ada. Hingga sekarang gunung ini menjadi salah satu objek wisata pendakian kebanggaan Indonesia bahkan di dunia.

  Untuk dapat menaklukan gunung yang satu ini, tentunya Anda harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Karena untuk menjangkau Puncak Jayawijaya tidaklah mudah. Apabila Anda berasal dari luar kota, Anda harus transit di Lembah Illaga, Papua. Dari sana Anda harus melakukan trakking di sebuah hutan yang lebat yang memiliki kumpulan satwa yang cukup berbahaya. Untuk menempuhnya, diperlukan waktu sekitar 7 hari perjalanan. Rute ini tergolong sulit, sehingga ada baiknya Anda menempuh jalur lain yaitu dengan menggunakan hellicopter yang akan membawa Anda menuju tempat perkemahan dari wilayah Puncak Jayawijaya yaitu bertempat di Danau Valley. Hal ini sangat disarankan, mengingat bahaya yang akan Anda temui di hutan.

  Selain transportasi, perkemahan dan perlengkapan yang memadai sangat diperlukan. Anda juga harus melakukan perijinan kepada petugas jauh – jauh hari. Mengingat di wilayah ini sangat rawan konflik antar suku, maka dibutuhkan keahlian khusus untuk menangani masalah perijinan. Sangat disarankan Anda memakai jasa agen perjalanan, agar memudahkan Anda untuk menjangkau Puncak Jayawijaya dengan mudah.

10 Foto Puncak Jaya Papua, Jalan Menuju Gunung + Suhu di ...

  Memang untuk mendapatkan surat ijin bukanlah hal yang mudah, medan yang akan ditempuh juga sulit dan berbahaya, sehingga untuk sampai di Puncak Jayawijaya juga bukanlah hal yang gampang, selain itu dana yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Dibutuhkan keseriusan dan kegigihan untuk mencapai puncak tertinggi dari gunung ini. Namun itu semua akan terbayarkan dengan sensasi yang akan didapatkan oleh trakker ketika sampai di Puncak Jayawijaya. Pemandangan yang spektakuler serta menakjubkan akan membuat Anda kehabisan kata – kata untuk melukiskannya. Walaupun tidak dapat dipungkiri, untuk mencapainya, menguras banyak tenaga dan isi kantong tentunya.

  Sepertinya sangat tidak lengkap jika sudah berkunjung ke Papua, tetapi tidak membawa oleh – oleh khas daerahnya. Papua memiliki buah tangan yang beragam, mulai dari kaos yang bertuliskan Papua, pajangan yang unik, lukisan dari kulit kayu, cokelat yang nikmat, sarang semut, hingga ramuan buah merah yang sudah dikenal khasiatnya.

  Koteka, nama ini sudah tak asing lagi. Koteka merupakan sebuah benda yang biasa di gunakan untuk menutup kelamin laki – laki dewasa asli dari daerah Papua. Namun benda ini menjadi incaran para pengunjung. Mungkin karena fungsinya yang unik dan tidak akan Anda temui di daerah manapun selain di pulau Papua.

  Bukan hanya itu, di Papua juga banyak yang menyediakan kerajinan tangan seperti Nokem. Apa itu nokem? Nokem adalah tas yaang terbuat dari akar kayu. Selain itu, beragam gelang dan kalung cantik buatan tangan juga dapat anda temui disana. Ada juga topi berbulu dan rok rumbai – rumbai yang cantik. Untuk Anda pecinta barang antik, disanalah tempat yang cocok untuk berburu. Selain itu, Anda dapat menemukan tombak, busur dan panah. Di Papua juga memiliki batik yang cantik. Warna kain batik tersebut cenderung cerah dan pastinya bercorak serta bermotif khas Papua.

  Seperti yang kita ketahui, di Papua makanan pokoknya tidak sama dengan di Jawa. Kalau di Jawa kita sudah akrab dengan yang namanya nasi, tetapi lain dengan di Papua. Mereka memiliki kebiasaan untuk memakan sagu.  Sagu merupakan makanan pokok masyarakat Papua. Untuk masalah kuliner, masyarakat Papua juga tidak kalah dengan daerah lain. Yang pertama ada Papeda. Bahan dasar untuk membuat makanan ini ialah sagu, yang merupakan makanan pokok khas Papua. Untuk membuat papeda, berbahan dasar sagu tersebut diolah sehingga menjadi lengket seperti lem. Rasanya pun hambar. Namun Papeda biasanya dinikmati dengan lauk lainnya seperti ikan atau daging. Uniknya, lauk yang di santap dengan Papeda haruslah berkuah dan berwarna kuning.

  Selanjutnya yaitu Martabak Sagu. Sesuai namanya, bahan dasar pembuatan martabak ini adalah sagu. Di olah lalu digoreng dengan taburan gula merah di atasnya. Martabak ini cocok dinikmati pada waktu santai. Ada lagi yang lain yaitu Ikan Bakar Manokwari. Ikan bakar ini adalah ikan tongkol yang dibakar. Namun yang membedakaannya adalah sambal yang khas dan sangat pedas. Selanjutnya ada ikan bungkus. Jika dilihat dari tampilannya, memang mirip seperti ikan pepes pada umumnya. Namun yang membedakannya ialah bumbu – bumbu yang beragam.

  Dan yang makin membuat penasaran, yaitu Sate Ulat Sagu. Mendengar namanya saja Anda akan geli, bahkan mual. Namun memang bahan dasar pembuat makanan ini adalah ulat di pohon sagu. Ulat dari pohon sagu itu di tusuk dan dibakar. Sangat mirip dengan pembuatan sate pada umumnya. Kemudian Udang selingkuh, nama yang unik untuk salah satu kuliner ini. Dinamakan udang selingkuh, karena menurut tampilannya memang seperti udang pada umumnya namun udang ini memiliki capit seperti kepiting. Sehingga masyarakat setempat memberikan nama udang selingkuh, karena mereka menganggap udangnya sudah selingkuh dengan kepiting dan menghasilkan anak sedemikian rupa.
Menikmati Suasana Eropa dari Puncak Jaya - Airy Rooms Blog

Sabtu, 02 Mei 2020

7 Tips Penting Sebelum ke Gunung Bromo, Jawa Timur

PERJALANAN WISATA KE GUNUNG BROMO DENGAN BUS MURAH

  PokerHulk - Siapa yang belum pernah ke Bromo? Bagi para pecinta wisata alam, Gunung Bromo adalah salah satu destinasi yang wajib dikunjungi minimal sekali dalam seumur hidup.

  Memiliki pesona alam yang indah, Gunung Bromo juga jadi spot menyaksikan salah satu sunrise terbaik di Pulau Jawa. Menyajikan keindahan Negeri di atas awan yang siap menarik mata hati.

  Nggak heran, setiap hari, kawasan Gunung Bromo nggak pernah sepi dari para pelancong. Ada yang mendaki hingga ke puncak, namun ada pula yang cuma main-main ke Pasir Berbisik Bromo.

  Buat kamu yang merasa pemula dan belum pernah jalan ke Gunung Bromo, Pegipegi punya tips pentingnya, nih. Simak, yuk!

1. AKSES MENUJU BROMO

  Buat main ke Gunung Bromo, kamu bisa transit di kota Malang. Dengan rute Malang-Tumpang-Gubugklakah-Ngandas-Jemplang-Bromo, kamu butuh 2,5 jam perjalanan. Rute ini menjadi favorit di kalangan wisatawan ketimbang melalui Surabaya-Probolinggo. Meski medannya cukup terjal, pemandangan alam yang tersaji di sini siap memanjakan kamu.

2. ANTISIPASI UDARA DINGIN

  Dengan ketinggian 2.329 mdpl, Gunung Bromo memiliki suhu di bawah 10 derajat celcius. Jadi, buat kamu yang nggak biasa dingin, temperatur udara Bromo bisa jadi bumerang. Nah, untuk mengantisipasinya, kamu wajib membekali diri dengan jaket tebal, syal, sarung tangan hingga inhealer bagi yang memiliki asma.

3. HINDARI SNEAKER

  Sangat disarankan, bagi kamu yang ingin main ke Gunung Bromo, entah untuk mendaki ke puncak atau hanya main ke Pasir Berbisik, untuk menggunakan sepatu boot maupun hiking. Kontur yang berbatu dan terjal bakal merusak sepatu model sneaker. Bahkan, jika kamu memutuskan bersedal, bukan nggak mungkin kaki kamu bakal terluka.

4. PENTINGNYA KACAMATA DAN MASKER

  Berbeda dengan gunung lainnya, Bromo memiliki hembusan angin yang bercampur dengan pasir. Sehingga, akan sangat menganggu jika kamu memiliki alergi terhadap debu. Iritasi mata pun bisa muncul jika kamu nggak berhati-hati. Makan, dianjurkan untuk membawa kacamata pelindung serta masker selama berada di sana.

5. SEDIA MAKAN SEBELUM LAPAR

  Kawasan wisata Gunung Bromo memang sudah dijejali banyak pedagang makanan. Mulai dari warung indomie hingga kedai sate ayam, tinggal pilih! Tetapi, jika kamu ingin menghemat, silahkan mampir ke beberapa minimarket di kawasan Jemplang atau Ngandas. Bekali diri kamu, minimal dengan roti sobek atau bubur instan buat menjaga stamina. Jangan sampai menunggu lapar, deh!

6. TENDA RAINFLY

  Jika ada niat menikmati sunrise di kawasan Puncak B29, Gunung Bromo, maka kamu harus bermalam. Untuk itu, kamu harus menyediakan tenda, minimal menyewa. Nah, tenda yang cocok buat kamu dirikan di Gunung Bromo adalah yang memiliki rainfly (pengait pada keempat sudut). Hal ini berguna menjaga tenda tetap aman berdiri meski diterjang angin kencang.

7. JANGAN LUPA SUNSCREEN

  Sinar matahari yang jatuh di puncak gunung ternyata bisa bikin kulit rusak. Demi mengantisipasi hal tersebut, maka kamu wajib mengolekskan tubuh dengan sunscreen atau tabir surya. Tugas dari tabir surya ini adalah menyerap radiasi UV sehingga nggak merusak lapisan kulit

Mount Bromo Sunrise Tour 2 Days 1 Night di 2020 | Buku mewarnai ...

Jumat, 01 Mei 2020

Sejarah Pulau Komodo Flores

  Sejarah dan Legenda Pulau Komodo Flores | Taman Nasional

 PokerHulk - Komodo merupakan spesies kadal raksasa yang hanya ditemukan di 4 pulau di wilayah Nusa Tenggara Timur yaitu di Pulau Gili Motang, Pulau Padar, Pulau Rinca dan Pulau Komodo itu sendiri. Reptil raksasa itu adalah hewan endemik dan dilindungi.

Di Pulau Komodo sendiri terdapat sebuah kampung yang dikenal dengan nama Kampung Komodo. Meskipun komodo dikenal berbahaya lantaran air liurnya yang mengandung bakteri mematikan, kedekatan kadal raksasa itu dengan masyarakat ‎tak terlepas dari cerita rakyat yang dipercaya penduduk setempat.

- Sejarah Pulau Komodo

Dikisahkan pada zaman dahulu‎ ada seorang putri bernama Putri Naga yang tinggal di pulau tersebut. Sang putri menikah dengan seorang pemuda yang dipanggil Moja.

Tak berselang lama, sang putri pun mengandung dan dikaruniai dua bayi kembar berjenis kelamin laki-laki. Namun anehnya, salah satu bayi itu bukan merupakan bayi manusia tetapi kadal.

Si anak laki-laki diberi nama Si Gerong dan dibesarkan di kalangan manusia. Sementara kadal itu diberi nama Orah dan dilepaskan di hutan.

Wagub NTT Pertimbangkan Relokasi Warga Pulau Komodo ke Pulau Kera ...

Waktu pun berlalu hingga Si Gerong menjadi seorang pemuda yang tangkas. Suatu ketika Gerong hendak berburu rusa di hutan dengan sebuah tombak ketika itu menjumpai kadal raksasa.

Gerong lantas mengejar kadal raksasa itu dan hendak membunuhnya dengan tombak. Tiba-tiba, si Putri Naga muncul dan mencegah Gerong menghunuskan tombaknya ke arah kadal raksasa tersebut.

Si Putri Naga memberitahu Gerong bahwa kadal raksasa itu adalah komodo yang merupakan saudara kembar Gerong. Selepas dari kejadian itu, masyarakat sekitar memperlakukan komodo itu dengan baik.

Komodo hidup di hutan dengan berburu hewan lain seperti rusa, kambing atau babi hutan. Kadal raksasa itu pun hidup berdampingan dengan manusia sampai saat ini.

- Sejarah Pulau Komodo Pada Masa Penjajahan Belanda

Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo.

Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature” yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.50.28.103.129

Pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders telah mengumumkan pemenang sementara, dan Taman Nasional Komodo masuk kedalam jajaran pemenang tersebut bersama dengan, Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain. Taman Nasional Komodo mendapatkan suara terbanyak.

Liburan Hemat ke Pulau Komodo

Keindahan Danau Kelimutu

  Pokerhulk.org- Salah satu keajaiban alam Indonesia adalah Danau Kelimutu di NTT. Inilah danau tiga warna yang penuh cerita.   Danau Ke...